Review Anime: No Game No Life

Detail:

Judul: No Game No Life (ノーゲーム・ノーライフ Nōgēmu Nōraifu)
Genre: Adventure, Comedy, Ecchi, Fantasy, Game, Supernatural
Rating: PG-13 – Teens 13 or older
Rilis: Spring 2014, 9 April – 25 Juni
Sumber: Light Novel
Tipe: TV
Episode: 12
Durasi: 24 min. per eps.
Status: Selesai
Studio: MadHouse
Produser: AT-X, Tokyo MX, SUN, KBS, TVA, BS11
Lisensi: Sentai Filmworks

No Game No Life (ノーゲーム・ノーライフ Nōgēmu Nōraifu) ialah sebuah serial novel ringan Jepang yg ditulis dan diilustrasikan oleh Yu Kamiya. Diadaptasikan menjadi manga oleh Mashiro Hiiragi yg memulai serialisasi di majalah Monthyly Comic Alive pada 27 Januari 2013. Diadaptasi menjadi serial anime televisi yg di produksi oleh MadHouse.

Synopsis:

Cerita berpusat kepada Sora dan Shiro, kakak beradik dengan reputasi NEET&Hikikomori. Mereka berdua ialah maniak yg terkenal didunia game dengan sebutan “Tanpa Nama”, malah mereka beranggapan bahwa dunia ini tidak lebih dari sekedar game sialan. Suatu hari, mereka ditantang oleh Tet, dewa dari dunia lain. Keduanya menang dan mereka dibawa ke dunia olehnya dimana segala sesuatunya ditentukan oleh permainan.

Cerita ( 8.6/10 )

Cerita dimulai ketika Sora dan Shiro di bawa oleh Tet ke dunia yg dikenal sebagai Disboard, dimana segala sesuatunya ditentukan oleh permainan. Di dunia tersebut terdapat peraturan yg disebut  “Sepuluh Janji” untuk mencegah warga Disboard menimbulkan bahaya satu sama lain, yg memaksa mereka untuk menyelesaikan perselisihan menggunakan permainan. Isi ke sepuluh janji tersebut ialah : satu; pembunuhan, peperangan, dan perampokan dilarang. dua; setiap dan segala konflik akan diselesaikan melalui permainan. tiga; di permainan tersebut, setiap pemain akan bertaruh sesuatu dengan persetujuan dan nilai yg sepadan. empat; selama tidak melanggar peraturan ketiga, apa yg kau pertaruhkan dan cara bermainmu itu terserah padamu. lima; party yg ditantang mempunyai hak untuk memutuskan bagaimana permainan dimainkan. enam; setiap taruhan yg dibuat sesuai perintah-perintah ini harus ditegakkan. tujuh; segala konflik yg dimiliki terhadap kelompok lain akan diselesaikan oleh perwakilan yg ditunjuk dengan otoritas mutlak. delapan; jikalau ketahuan melakukan kecurangan selama permainan, maka akan didiskualifikasi dan kalah. sembilan; atas nama dewa, peraturan sebelumnya tidak akan diubah. sepuluh; ingatlah untuk bersenang-senang dengan lainnya.

Di dunia disboard tersebut terdapat beberapa negeri dengan enam ras berbeda yg memimpin didalamnya. Sora dan Shiro yg tinggal di negeri Elkia setelah berhasil mengalahkan seorang bangsawan bernama Stephanie Dola, dinobatkan sebagai raja dan ratu di negeri tersebut. Negeri Elkia ialah negeri yg dihuni oleh ras manusia. Mengetahui berkenaan kemerosotan negeri Elkia, keduanya memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah turnamen untuk menentukan penguasa berikutnya. Setelah memenangkan mahkota, mereka mendapatkan hak untuk menantang ras lain di disboard sebagai perwakilan manusia.

Perjalanan Sora dan Shiro untuk mengembalikan kejayaan Elkia tidaklah mudah. Dimana mereka harus bisa mengalahkan ke enam pemimpin ras lainnya dengan permainan dan kemampuan yg berbeda yg dimiliki oleh setiap ras.

Sora dan Shiro yg mengetahui maksud dan tujuan mengapa Tet mengirimkan mereka ke dunia tersebut memutuskan untuk mengalahkan semua ras agar bisa menantang dan mengalahkan Tet dalam sebuah permainan.

Grafis & Kualitas Gambar ( 8.5/10 )


No Game No Life mempunyai grafis dengan kualitas gambar yg bagus dan menarik tentunya.

Karakter ( 8.2/10 )

#0 Tet


Tet ialah seorang dewa yg membawa Sora dan Shiro ke dunia nya, Disboard, untuk tujuan tertentu. Pengisi suara; Kugimiya Rie.

#1 Sora

Sora ialah seorang hikikomori yg sangat menyukai game, dan dia ialah kakak dari Shiro, berusia 18 tahun, pengangguran. Sora yg ahli dalam menyusun strategi, bersama dengan adiknya, dia membentuk sebuah identitas “Tanpa Nama” yg tidak terkalahkan dalam permainan apapun. Mereka berdua selalu bersama-sama, dan ketika mereka terpisah maka mereka akan terkena serangan panik. Pengisi suara; Yoshitsugu Matsuoka

#2 Shiro


Shiro ialah seorang hikikomori yg sangat menyukai game seperti kakaknya (Sora). Shiro yg baru berusia 11 tahun sangat ahli dalam kalkulasi dan logika, bersama dengan kakaknya dia membentuk sebuah identitas “Tanpa Nama” yg tidak terkalahkan dalam permainan apapun. Mereka berdua selalu bersama-sama, dan ketika mereka terpisah maka mereka akan terkena serangan panik. Pengisi suara; Ai Kayano.

#3 Stephanie Dola


Stephanie Dola ialah cucu dari raja Elkia sebelumnya. Stephanie memiliki banyak pengetahuan eksplisit tetapi lemah dalam intuisi dalam memenangkan permainan. Stephanie memiliki keinginan untuk mengembalikan kehormatan kakeknya dan manusia, dimana kakeknya terkenal sebagai raja yg sering kalah dalam permainan sehingga membuat sebagian wilayah Elkia diambil alih oleh negeri lain. Pengisi suara; Yoka Hikasa.

#4 Jibril

Jibril ialah seorang flugel, ras malaikat kuat yg dikenal karena kekejaman mereka. Jibril telah berusia lebih dari 6000 tahun, menjadi yg termuda serta terkuat dalam spesiesnya. Dia berhasil mendapatkan perpustakaan Elkia setelah mengalahkan kakek Stephania dalam permainannya. Perpustakaan tersebut dia pakai untuk menyimpan berbagai macam buku serta dijadikan tempat tinggalnya. Pengisi suara; Tamura Yukari.

#5 Kurami Zell


Kurami Zell ialah seorang gadis berusia 18 tahun dan dianggap sebagai budak dari elf bernama Fil Nivalen. Walaupun keluarga Kurami ialah budak, bagi keluarga Nivalen hubungan mereka berdua sudah seperti ibu dan anak. Pengisi suara; Iguchi Yuka.

#6 Fil Nivalen


Fil Nivalen ialah seorang elf. Dia rela mengkhianati Elven Grade, negeri yg dihuni oleh para elf, demi kurami. Mereka berdua merencanakan agar Fil mendapatkan posisi politis sehingga memiliki kekuasaan untuk menghapus perbudakan. Pengisi suara; Noto Mamiko.

Musik ( 8/10 )


Untuk soundtracknya sendiri cukup enak untuk didengar, terlebih yg opening theme yg berjudul This Game.

Opening Theme:
#1: “This Game” by Konomi Suzuki (eps 2-8, 10)
#2: “Onegai☆Snyaiper (おねがい☆すにゃいばー)” by Izuna Hatsuse cover; Miyuki Sawashiro (eps 11)

Ending Theme:

#1: “Oracion (オラシオン)” by Shiro cover; Ai Kayano (eps 2-11)

Keseluruhan ( 8.7/10 )


Secara keseluruhan anime ini sangat baik, memiliki cerita yg sangat menarik. Alur cerita yg membahas mengenai permainan yg menggunakan kecerdasan untuk memenangkannya mampu membuat penontonnya ikut berpikir dan merasakannya. Anime luar biasa dengan tingkat kecerdasan dimana sesuatunya didasari oleh pengetahuan.  Karakter didalamnya juga tidak membosankan. Tingkah konyol yg dilakukan oleh karakter di anime ini juga cukup menghibur.

Anime ini cocok buat kamu yg suka cerita petualangan dan game, juga dengan cerita yg menggunakan kecerdasan dalam menyelesaikan permasalahannya.

Quotes: “Pengetahuan bisa mengubah kemungkinan 1.32% menjadi 100%” -Sora